Fatherdaughter – Dunia game kembali diguncang oleh kabar yang sangat tidak terduga namun sangat dinantikan. Dua raksasa industri game, Valve dan Capcom, secara resmi mengumumkan kolaborasi lintas genre yang paling ambisius tahun ini: Dota 2 x Monster Hunter.
Bayangkan sebuah skenario di mana strategi intens khas Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) bertemu dengan estetika dan sensasi perburuan monster raksasa yang legendaris. Dalam update tematik bertajuk “The Ancient Hunt”, para pemain Dota 2 tidak hanya akan bertarung melawan hero musuh, tetapi juga harus berhadapan dengan ekosistem baru yang membawa elemen-elemen ikonik dari seri Monster Hunter langsung ke dalam map Ancient.
Latar Belakang Kolaborasi Dota x Monster Hunter, Pertemuan Dua Semesta Raksasa

Kolaborasi ini lahir dari keinginan Valve untuk memberikan penyegaran pada mekanisme gameplay Dota 2 yang sudah bertahan selama lebih dari satu dekade. Di sisi lain, Capcom melihat potensi besar untuk memperkenalkan monster ikonik mereka kepada komunitas kompetitif yang masif.
Dalam lore “The Ancient Hunt”, diceritakan bahwa retakan dimensi yang disebabkan oleh sisa-sisa energi The Mad Moon telah membuka gerbang ke dunia Monster Hunter. Akibatnya, hutan di sisi Radiant dan area bebatuan di sisi Dire kini dihuni oleh makhluk-makhluk eksotis, dan yang paling mengejutkan, sang penjaga Aegis, Roshan, telah bermutasi menjadi ancaman yang jauh lebih mengerikan setelah berinteraksi dengan energi naga kuno.
Fitur Utama: Perubahan Drastis pada Roshan’s Pit
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah perubahan pada unit netral paling kuat di game: Roshan. Dalam event terbatas ini, Roshan tidak lagi muncul dalam bentuk standarnya. Ia berevolusi menjadi “Rathalos-Infused Roshan”.
-
Mekanisme Serangan Baru: Roshan kini memiliki serangan Fireball yang memberikan efek burn (kerusakan berkelanjutan) dan mampu melakukan serangan terbang yang memberikan efek stun area kepada hero yang berada di sekitarnya.
-
Enraged State: Mirip dengan mekanik di Monster Hunter, ketika HP Roshan mencapai 30%, ia akan memasuki fase Enraged. Serangannya menjadi lebih cepat, dan ia akan memancarkan aura panas yang mengurangi armor pemain.
-
Ganjaran Perburuan: Jika tim berhasil mengalahkan Roshan versi ini, mereka tidak hanya mendapatkan Aegis of the Immortal, tetapi juga item tambahan bernama “Monster Part” yang bisa digunakan untuk meningkatkan status item di Secret Shop.
Skin Eksklusif: Armor Rathalos untuk Para Hero
Salah satu daya tarik utama dari kolaborasi ini tentu saja adalah set kosmetik atau skin eksklusif. Valve memperkenalkan koleksi “Hunter’s Legacy Treasure” yang mengubah tampilan hero favorit Anda menjadi para pemburu handal dengan armor yang terbuat dari sisik naga.
Dragon Knight: The Rathalos King
Ini adalah masterpiece dari kolaborasi ini. Dragon Knight mendapatkan set armor lengkap dari sisik Rathalos. Saat ia menggunakan Ultimate (Elder Dragon Form), ia tidak lagi berubah menjadi naga biasa, melainkan bertransformasi menjadi Rathalos yang sangat detail, lengkap dengan animasi semburan api khas Monster Hunter.
Sven: Great Sword Hunter
Sven mendapatkan set armor yang terinspirasi dari Tigrex. Pedang besarnya digantikan oleh Great Sword ikonik dari seri Monster Hunter yang memiliki animasi unik saat mengaktifkan God’s Strength.
Phantom Assassin: Nargacuga Assassin
Mengusung tema siluman, PA mendapatkan set armor hitam mengkilap khas Nargacuga. Efek kritikal dari Coup de Grace kini disertai dengan percikan listrik biru dan suara sayap naga yang membelah udara.
Mekanisme Gameplay Baru, Crafting di Dalam Pertandingan

Kolaborasi ini tidak hanya soal visual, tetapi juga mekanik. Selama event berlangsung, sistem Neutral Items mengalami perubahan sementara.
Pemain kini bisa mengumpulkan material dari monster hutan yang telah bermutasi. Misalnya, mengalahkan Ancient Creeps kini berpeluang menjatuhkan “Scale Fragment”. Material ini bisa dibawa ke Secret Shop untuk dikombinasikan dengan item standar. Sebagai contoh:
-
Blink Dagger + Wyvern Wing: Memungkinkan jangkauan Blink yang lebih jauh dan meninggalkan jejak asap yang memperlambat musuh.
-
Black King Bar + Elder Dragon Bone: Memberikan tambahan durasi Spell Immunity sebanyak 1 detik jika diaktifkan di dekat musuh yang memiliki HP tinggi.
Map Update: Hutan Terlarang dan Ekosistem Hidup
Visual map Dota 2 mengalami perombakan sementara. Area hutan sekarang dipenuhi dengan flora dan fauna dari dunia Monster Hunter.
-
Bushes & Traps: Pemain bisa bersembunyi di tanaman rimbun yang lebih tinggi.
-
Scout Insects: Ada serangga kecil (Scoutflies) yang akan bercahaya hijau jika ada hero musuh yang bersembunyi di dekat Anda, memberikan dinamika baru dalam strategi ganking.
-
Vines: Di beberapa titik sungai, terdapat tanaman merambat yang bisa digunakan untuk memanjat tebing dengan cepat, memberikan rute rotasi baru yang tidak terduga.
Efek Suara dan Musik Tematik
Untuk memperkuat atmosfer perburuan, Valve mengganti musik latar (music pack) default dengan aransemen orkestra khas Monster Hunter yang megah. Saat Anda memasuki area Roshan’s Pit, musik akan berubah menjadi tema pertempuran yang intens, memicu adrenalin para pemain. Bahkan suara announcer kini diisi oleh suara karakter ikonik dari seri Dota x Monster Hunter yang memberikan instruksi dengan gaya seorang pemimpin pemburu.
Quest Event: Menjadi Hunter Kelas Legendaris
Selama periode kolaborasi, terdapat sistem Battle Pass mini yang bisa diakses secara gratis oleh semua pemain. Quest yang diberikan sangat unik dan berbeda dari biasanya:
-
“The Tracker”: Temukan jejak kaki monster di map sebanyak 10 kali.
-
“Tail Cutter”: Berikan damage kritikal kepada musuh yang sedang melarikan diri.
-
“Apex Predator”: Kalahkan Roshan sebelum menit ke-20 sebanyak 5 kali.
Hadiah dari quest ini termasuk Courier berbentuk Palico (kucing pembantu di Monster Hunter) dan Ward yang berbentuk jebakan elektrik (Shock Trap).
Dampak pada Meta Kompetitif

Banyak analis memprediksi bahwa kolaborasi ini akan mengubah strategi tim-tim besar. Dengan adanya bonus status dari “Monster Part”, perebutan Roshan akan menjadi lebih berdarah-darah sejak menit awal. Hero-hero yang memiliki kemampuan untuk melakukan solo Roshan seperti Ursa atau Templar Assassin mungkin akan menjadi pilihan utama (first pick), namun dengan mekanik Roshan yang lebih sulit, kerjasama tim sangat diuji di sini.
Respon Komunitas: Antusiasme Tinggi
Sejak trailer kolaborasi ini dirilis di YouTube, respon komunitas sangat positif. Penggemar memuji keberanian Valve untuk keluar dari zona nyaman. Banyak yang berharap bahwa kolaborasi semacam ini tidak hanya menjadi event musiman, tetapi beberapa elemen visualnya bisa dipertahankan secara permanen sebagai bagian dari kustomisasi pemain.
Era Baru Kolaborasi Game
Kolaborasi Dota 2 x Monster Hunter membuktikan bahwa batasan antar genre game semakin menipis. Dengan menghadirkan tantangan melawan Roshan dalam balutan armor Rathalos, pemain diberikan pengalaman baru yang menyatukan kepuasan menaklukkan monster dengan kompleksitas strategi MOBA.
Inilah saat yang paling tepat untuk kembali log-in ke Dota 2. Kenakan armor Anda, asah pedang Anda, dan bersiaplah untuk perburuan paling epik dalam sejarah Ancient. Apakah Anda siap menjadi Hunter sejati di medan perang Dota?

