Fatherdaughter – Dalam jagat Athanas, kehadiran Hero Yan Arena of Valor membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi para penantang (Challengers). Yan adalah hero dengan role Warrior/Assassin yang dikenal karena mekanik permainannya yang artistik namun sangat mematikan. Terinspirasi dari sosok pelukis yang mengubah kuas menjadi senjata, Yan bukan sekadar hero yang mengandalkan serangan fisik mentah, melainkan kombinasi antara kelincahan, durability, dan burst damage yang tinggi.
Sejak dirilis, Yan telah menjadi pilihan populer di pangkat (rank) tinggi maupun turnamen profesional. Kemampuannya untuk melakukan dash, memberikan efek crowd control, dan bertahan hidup di tengah kepungan musuh menjadikannya salah satu hero paling ditakuti. Namun, untuk menguasai Yan, dibutuhkan sinkronisasi antara tangan yang cepat dan pemahaman makro yang cerdas.
Memahami Mekanik Skill Hero Yan Arena of Valor

Kunci utama untuk memenangkan pertandingan menggunakan Hero Yan Arena of Valor adalah memahami bagaimana pasif dan skill-nya berinteraksi. Yan memiliki sistem “tingkatan” atau level yang diperkuat melalui skill Ultimate-nya.
Skill Pasif: Spirit of the Brush
Setiap kali Yan menggunakan skill 1 atau skill 2, ia akan mendapatkan tumpukan (stack). Serangan normal berikutnya setelah menggunakan skill akan diperkuat sesuai dengan skill terakhir yang digunakan. Jika menggunakan Skill 1, serangan berikutnya akan memberikan damage area. Jika menggunakan Skill 2, Yan akan melakukan dash tambahan yang memberikan damage dan memulihkan HP.
Skill 1: Splash and Dash
Yan mengayunkan kuasnya untuk memberikan damage fisik kepada musuh di depannya. Skill ini adalah sumber damage utama di awal permainan (early game) dan sangat berguna untuk membersihkan gelombang creep (wave clear) dengan cepat.
Skill 2: Coiling Dragon
Yan bergerak maju (dash) dengan lincah. Skill ini memberikan mobilitas tinggi bagi Yan, memungkinkannya untuk masuk atau keluar dari pertempuran dengan mudah. Selain itu, saat melakukan dash, Yan mendapatkan pengurangan damage yang diterimanya, menjadikannya sangat keras saat melakukan dive ke arah archer musuh.
Skill Ultimate: Crushing Dreams
Inilah yang membuat Hero Yan Arena of Valor begitu spesial. Ultimate Yan memiliki tiga tahap peningkatan berdasarkan level skill-nya (Level 4, 8, dan 12).
-
Tahap 1: Memberikan tambahan penetrasi fisik dan meningkatkan durasi skill.
-
Tahap 2: Meningkatkan lifesteal dan efektivitas skill pasif.
-
Tahap 3: Ini adalah puncak kekuatan Yan. Saat aktif, setiap serangan normal yang diperkuat akan mengurangi cooldown skill Ultimate-nya sendiri, memungkinkan Yan untuk berada dalam mode “Dewa” hampir sepanjang waktu dalam teamfight.
Build Item Terbaik untuk Hero Yan Arena of Valor
Agar Hero Yan Arena of Valor dapat berfungsi secara maksimal, pemilihan item harus menyeimbangkan antara serangan dan pertahanan. Berikut adalah rekomendasi build yang sering digunakan oleh pemain profesional:
Item Offensive (Serangan)
-
Spear of Longinus: Memberikan pengurangan cooldown (CDR) yang sangat dibutuhkan Yan serta penetrasi fisik untuk menembus armor tank.
-
Omni Arms: Item ini sangat sinergi dengan pasif Yan karena memberikan bonus damage pada serangan normal setelah menggunakan skill.
-
Fenrir’s Tooth: Digunakan untuk memastikan Yan dapat mengeksekusi musuh yang memiliki HP rendah dengan cepat.
Item Defensive (Pertahanan)
-
Gilded Greaves: Sepatu ini wajib dibeli untuk mengurangi durasi efek stun atau slow dari musuh.
-
Shield of the Lost atau Gaia’s Standard: Tergantung pada komposisi tim musuh. Jika musuh memiliki banyak Archer, Shield of the Lost adalah pilihan bijak. Jika musuh didominasi Mage, gunakan Gaia’s Standard.
-
Blade of Eternity: Item krusial di late game untuk memberikan kesempatan kedua bagi Yan jika ia tereliminasi di tengah kerumunan musuh.
Strategi Early, Mid, dan Late Game dengan Yan

Bermain sebagai Hero Yan Arena of Valor membutuhkan kesabaran, terutama sebelum mencapai level 12.
Early Game (Level 1-4)
Di awal laga, Yan cukup rentan. Fokuslah pada farming di Slayer Lane atau Jungle. Jangan terlalu agresif sebelum memiliki Ultimate. Gunakan Skill 1 untuk mencicil HP lawan dan Skill 2 untuk menghindari ganking dari jungler musuh.
Mid Game (Level 8-11)
Setelah mencapai level 8, Yan mulai menunjukkan taringnya. Di fase ini, Yan sudah memiliki durability yang cukup untuk melakukan skirmish kecil. Selalu perhatikan peta dan bergabunglah dalam perebutan naga atau Dark Slayer. Pastikan Anda masuk ke pertempuran setelah tank musuh mengeluarkan skill kontrol mereka.
Late Game (Level 12 ke atas)
Inilah panggung utama bagi Yan. Dengan Ultimate tahap 3, Yan menjadi monster yang hampir mustahil dihentikan jika tidak terkena hard CC (seperti Ultimate Arum atau Aleister). Tugas Anda adalah mengincar lini belakang musuh (Archer dan Mage). Gunakan kombo Skill 2 – Serangan Normal – Skill 1 – Serangan Normal secara berulang-ulang untuk mengacak-acak formasi lawan.
Tips Pro, Cara Menggunakan Kombo Tak Terkalahkan Yan
Banyak pemain pemula melakukan kesalahan dengan hanya memencet tombol skill secara acak saat menggunakan Hero Yan Arena of Valor. Untuk memaksimalkan potensinya, Anda harus belajar “menabung” stack pasif.
Kombo Dasar: Aktifkan Ultimate -> Skill 2 (untuk mendekat) -> Serangan Normal (diperkuat) -> Skill 1 -> Serangan Normal -> Skill 2 lagi.
Ingatlah bahwa setiap serangan normal yang diperkuat saat mode Ultimate aktif akan memperpanjang durasi mode tersebut. Oleh karena itu, jangan terburu-buru menghabiskan semua skill. Berikan jeda untuk satu serangan normal di antara setiap penggunaan skill agar durasi Ultimate Anda tetap terjaga.
Sinergi dan Counter, Siapa Teman dan Lawan Yan?

Meskipun kuat, Hero Yan Arena of Valor tetap memiliki kelemahan yang bisa dieksploitasi oleh lawan yang cerdik.
Teman Terbaik untuk Yan
Yan sangat cocok dipasangkan dengan hero yang memiliki Crowd Control area luas seperti Baldum, Lumburr, atau Gildur. Saat musuh berkumpul dan terkena efek kontrol, Yan dapat masuk dengan mudah dan menyapu bersih sisa-sisa musuh dengan kuasnya.
Counter Alami Yan
-
Arum & Aleister: Keduanya memiliki efek “Suppression” yang tidak bisa dibatalkan, yang merupakan mimpi buruk bagi hero lincah seperti Yan.
-
Omen: Dalam situasi satu lawan satu di lane, Omen dapat mengunci Yan di dalam areanya dan mengurangi damage yang dihasilkan Yan secara signifikan.
-
Mina: Pasif Mina yang memberikan true damage dan efek taunt dapat mengganggu ritme kombo Yan.
Mengapa Anda Harus Mempelajari Yan?
Menguasai Hero Yan Arena of Valor memang membutuhkan waktu dan latihan yang tidak sebentar. Namun, investasi waktu Anda akan terbayar lunas saat Anda mampu menggendong tim menuju kemenangan dengan aksi-aksi spektakuler. Yan adalah definisi dari hero “High Risk, High Reward”. Semakin baik Anda memahami timing dan posisi, semakin mematikan sosok pelukis ini di medan tempur.
Yan mengajarkan kita bahwa dalam Arena of Valor, kemenangan bukan hanya soal siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling cerdas dalam mengeksekusi setiap langkahnya. Jadi, siapkan kuas Anda, masuklah ke arena, dan lukiskan kemenangan Anda sendiri!

